Selamat Datang Di Blog Pasukan Loka Jaya SMK Bani Muslim Pati

Monday, December 14, 2015

SMK Bani Muslim Pati


SMK Bani Muslim Pati adalah salah satu sekolah menengah kejuruan swasta Islam di Kota Pati yang memiliki kompetensi keahlian yang kredibel. Terletak tepat di sebelah Terminal Sleko Pati, SMK Bani Muslim bisa dikatakan memiliki letak dan lokasi sekolah yang strategis dan dekat perkotaan, pasar Sleko, pasar Ronggowangsan, dan beberapa menit dari alun-alun Pati.


SMK Bani Muslim Pati
SMK Bani Muslim Pati


Apa saja program studi atau kompetensi keahlian yang ada di SMK Bani Muslim Pati? Dan, lulusan SMK Bani Muslim nantinya bekerja sebagai apa? Berikut ini adalah tiga jurusan atau kompetensi keahlian yang ditawarkan kepada peserta didik/siswa-siswi:



Teknik kendaraan ringan SMK Bani Muslim Pati

Lulusan teknik kendaraan ringan SMK Bani Muslim Pati dipersiapkan untuk bekerja di lingkup sebagai teknisi/mekanik di bengkel umum atau bengkel ATPM, bekerja sebagai teknisi produksi industri kendaraan ringan (mobil) maupun teknisi perakitan kendaraan ringan. Lulusan kehalian teknik kendaraan ringan juga dipersiapkan untuk menjadi pengusaha atau enterpreneur di bidang otomotif.

Multimedia SMK Bani Muslim Pati

Lulusan siswa-siswi jurusan multimedia SMK Bani Muslim Pati dipersiapkan untuk bekerja di bidang multimedia serta dipersiapkan untuk menjadi wirausahawan di bidang multimedia, seperti membuka jasa pembuatan website, jasa pemeliharaan website, jasa pembuatan mutimedia, jasa pembatan permainan atau game maupun game online, jasa pembuatan media simulasi, jasa pembuatan video klip, serta jasa pembuatan iklan.

Jurusan mutimedia SMK Bani Muslim juga dipersiapkan untuk bekerja di sejumlah perusahaan multimedia ternama yang telah bekerja sama dengan SMK Bani Muslim, misalnya saja PT Pustaka Insan Madani, PT Jawa Pos Radar Jogja, PT Intan Pariwara, PT Skripta Media Creative, TV KU Udinus, TP Universitas Negeri Semarang (Unnes), TVRI Semarang, Cakra Semarang TV, TV Simpang5 Pati, Kedai Digital, dan berbagai perusahaan lainnya.

Teknik Audio Video SMK Bani Muslim Pati

Lulusan SMK Bani Muslim Pati yang memilih jurusan teknik audio video dipersiapkan untuk berkerja di bidang teknik audio video, misalnya saja bekerja mengeoperasikan sistem elektronika audio, perawatan sistem elektronika audio, instalasi sistem elektronika audio, serta penanganan di bidang audio video lainnya. Pada zaman sekarang ini, kompetensi keahlian di bidang audio video dibutuhkan mengingat dunia peranti komunikasi semakin berkembang pesat.

Fasilitas SMK Bani Muslim Pati

Fasilitas yang baik turut mendukung suasana belajar-mengajar di sekolah. Oleh karena itu, kelengkapan fasilitas sekolah juga perlu dipertimbangkan. Adapun fasilitas yang diberikan SMK Bani Muslim Pati kepada siswa-siswi/peserta didik, antara lain laboratorium komputer dan Information Technology (IT), laboratorium multimedia, laboratorium kimia, laboratorium fisika, laboratorium kesenian, studio musik, free Wi-Fi atau hotspot area, auditorium atau gedung serba guna, serta sarana penunjang olah raga seperti lapangan tenis, basket dan sepak bola.

Selain itu, fasilitas yang diberikan SMK Bani Muslim Pati juga meliputi perpustakaan, masjid, ruang organisasi siswa (OSIS), ruang kesehatan atau unit kesehatan siswa (UKS), garasi parkir untuk sepeda dan sepeda motor, koperasi, kantin, gazebo, taman, dan dilengkapi dengan CCTV untuk keamanan tambahan.

SMK Bani Muslim Pati
Alamat : Jalan Terminal Sleko Nomor 2 Pati, Jawa Tengah
Nomor telepon : (0295) 385981
Faximile : (0295) 384053
Alamat email : banimuslimtersenyum@yahoo.co.id
Website resmi : www.smkbanimuslimpati.sch.id
Baca Selengkapnya → SMK Bani Muslim Pati

Sunday, December 13, 2015

Sejarah Pancasila

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskertapañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.
Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasilapada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.
sejarah pancasila

Sejarah Perumusan
Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu:
  • Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di IndonesiaMohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.
  • Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul "Lahirnya Pancasila". Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:
Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.
Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah:
  • Rumusan Pertama: Piagam Jakarta (Jakarta Charter) - tanggal 22 Juni 1945
  • Rumusan Kedua: Pembukaan Undang-undang Dasar - tanggal 18 Agustus 1945
  • Rumusan Ketiga: Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat - tanggal 27 Desember 1949
  • Rumusan Keempat: Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara - tanggal 15 Agustus 1950
  • Rumusan Kelima: Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959)

Hari Kesaktian Pancasila
Pada tanggal 30 September 1965, terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S). Insiden ini sendiri masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif dibelakangnya. Akan tetapi otoritas militer dan kelompok reliji terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965–1966.
Pada hari itu, enam Jendral dan 1 Kapten serta berberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta. Gejolak yang timbul akibat G30S sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia. Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Butir-Butir Pengamalan Pancasila
Ketetapan MPR no. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 36 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.

Ketuhanan Yang Maha Esa
  1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
  3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
  4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradap
  1. Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
  2. Saling mencintai sesama manusia.
  3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
  4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
  5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

Persatuan Republik Indonesia
  1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
  2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
  3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.
  4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia.
  5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Kerakyatan Yang Di Pimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  1. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
  2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
  5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
  6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
  1. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
  2. Bersikap adil.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak-hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
  6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak bersifat boros.
  8. Tidak bergaya hidup mewah.
  9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
  10. Suka bekerja keras.
  11. Menghargai hasil karya orang lain.
  12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. Ketetapan ini kemudian dicabut dengan Tap MPR no. I/MPR/2003 dengan 45 butir Pancasila.

Lambang Pancasila

Sila Pertama

  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Sila Kedua
  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

Sila Ketiga
  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Sila Keempat
  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  6. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Sila Kelima
  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  9. Suka bekerja keras.
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Baca Selengkapnya → Sejarah Pancasila

TRI SATYA

Pengertian dari Tri Satya adalah Tri : tiga, Satya : Kesetiaan,
Artinya adalah tiga kesetiaan yang harus di penuhi oleh atau dipatuhi oleh setiap anggota Pramuka.
Isi dan Arti Tri Satya.
adalah sebagai berikut :



Tri Satya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuaan Republik Indonesia.
2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
3. menepati Dasa Dharma.

Adapun Tri Satya tersebut diatas mengandung arti bahwa seorang Pramuka berkewajiban sebagai berikut :
• Menjalankan kewajiban/Perintah Tuhan, serta menjauhi segala apa yang menjadi larangan-Nya.
• Kewajiban terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
• Kewajiban terhadap Pancasila, yaitu dengan cara menghayati dan mengamalkan isinya.
• Kewajiban terhadap sesama masyarakat.
• Kewajiban menhayati dan mengamalkan Dasa Dharma.
Baca Selengkapnya → TRI SATYA

Dasa Darma pramuka

Dasa Darma pramuka

Setiap anggota Gerakan Pramuka wajib memahami isidan makna Dasa Darma Pramuka yang merupakan ketentuan moral. Dalamkegiatan Pramuka di tingkat gugus depan, Dasa Darma menjadi materiwajib di setiap tingkatan, baik penggalang, ramu, rakit, dan terap.KALAU dilihat dari isi materi tersebut, ternyataDasa Darma memiliki nilai kandungan dalam diri manusia sebagai pribadimanusia seutuhnya. Metode penghafalan materi tersebut dalam kegiatanPramuka sudah banyak yang diperkenalkan oleh para pembina, dengan caratersendiri.Penulis pun sebagai pembina di lapangan memilikicara atau pedoman agar siswa dapat menghafal Dasa Darma Pramuka denganmudah. Pedoman itu adalah Ta-Ci-Pa-Pat-Re-Ra-He-Di-Ber-Su. 
Dasa Darma Pramuka itu


1. Ta: Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Sebagaipribadi yang lemah, kita harus menyembah Tuhan YME. Dia adalah penciptayang ada di bumi dan di langit dan segala makhluk yang terlihat maupuntidak terlihat. Sebagai pribadi lemah dan ciptaan-Nya, kita wajibmenjalankan perintah-Nya. Contohnya, sebagai muslim mengerjakan salatlima kali sehari semalam, membaca Alquran, puasa, dan lain-lain.
2. Ci: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.Selain sebagai makhluk pribadi, kita juga sebagai makhluk sosial.Artinya, makhluk yang tidak bisa berdiri sendiri. Kita perlu teman,bergaul, bertetangga. Kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, kitamemerlukan bantuan orang lain.
3. Pa: Patriot yang sopan dan ksatria. SebagaiPramuka, kita harus berperilaku yang sopan. Tindak-tanduk dalambersikap dan bertutur kata mesti diperhatikan. Kesopanan melambangkanpribadi seseorang di tengah-tengah pergaulan dalam masyarakat.
4. Pat: Patuh dan suka bermusyawarah. Dalam situasidan kegiatan apa pun, anggota Pramuka wajib taat dan patuh terhadapaturan yang berlaku, dan dalam kegiatan Pramuka selayaknyabermusyawarah dalam mengambil keputusan terbaik dan memuaskan.
5. Re: Rela menolong dan tabah. Pramuka senantiasarela dalam menolong tanpa membedakan agama, warna kulit, suku, dansebagainya, dan harus didasari oleh hati yang ikhlas, tulus, tanpadiembel-embeli oleh sikap ingin dipuji. Dalam setiap perjuangan ituseorang anggota Pramuka harus tabah menghadapi gangguan, tantangan,halangan, dan hambatan.
6. Ra: Rajin, terampil, dan gembira. Anggota Pramukaitu harus rajin melakukan sesuatu yang positif. Kegiatan ketika iaberada dalam pembinaan Pramuka harus diimplementasikan dalam kegiatansehari-hari. Jangan rajin karena waktu penggodokan dalam kegiatan,tetapi harus dibuktikan ketika ia di rumah, di sekolah. Dalammelaksanakan kegiatan itu pun harus dilaksanakan dengan senang dangembira.
7. He: Hemat, cermat, dan bersahaja. Ada ungkapanyang mengatakan “hemat pangkal kaya”. Betul sekali dengan berhemat,tidak menghambur-hamburkan uang untuk jajan, tidak berhura-hura untukkepentingan sesaat merupakan awal menjadi orang kaya. Pramuka haruscermat dalam pengeluaran uang, memprioritaskan apa yang harus dibeliatau didahulukan, dan mana yang tidak perlu janganlah dibeli. Meskipunia kaya, seorang Pramuka jangan sombong di depan orang lain, janganangkuh, bersahaja dalam bergaul.
8. Di: Disipilin, berani, dan setia. Anggota Pramukaharus hidup dengan disiplin, baik dalam waktu belajar di sekolah,bermain, dan sebagainya. Kalau Pramuka seperti itu maka hidup tak akanpercuma, tetapi akan berguna dalam mencapai cita-cita. Anggota Pramukaharus berani karena benar, tetapi takut karena salah. Jangan beranikarena kesalahan, beranilah karena kebenaran. Pramuka harus setiaterhadap janji setianya karena itulah nilai-nilai luhur pribadi manusia.
9. Ber: Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.Setiap anggota Pramuka harus bertanggung jawab terhadap apa yang telahia perbuat, jangan lari, jangan lempar batu sembunyi tangan. Ia haruskonsekuen karena ini adalah modal dari kepercayaan terhadap kita.
10. Suc: Suci dalam pikiran, perkataan, danperbuatan. Inilah pribadi manusia yang sejati, bersih pikiran, tidakada iri dan dengki.
Baca Selengkapnya → Dasa Darma pramuka